Home | Pengajaran | Penilaian | |

Thursday, 12 December 2019

NUZUL AL-QURAN


Maksud Nuzul Al-Quran


Al-Quran al-karim ialah kalamullah yang suci daripada sifat-sifat makhluk. Penurunan al-quran bukan dari satu tempat ke satu tempat yang lain, tetapi digunakan lafaz "penurunan" (nuzul) untuk menunjukkan ketinggian dan keagungan Allah SWT. Penurunan al-quran bermaksud "pemberitahuan" atau penyampaian wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan lafaz-lafaz yang hakiki yang diturunkan kedalam hati Nabi Muhammad SAW.

Pengertian Nuzul Al-Quran

        Daripada segi bahasa, perkataan ‘Nuzul’ bererti menetap di satu tempat atau turun dari tempat yang tinggi. Kata perbuatannya ‘nazala’ (نزل) membawa maksud ‘dia telah turun’ atau ‘dia menjadi tetamu’. Sebenarnya penggunaan istilah Nuzul al-Quran ini secara majaz atau (simbolik) sahaja yang bermaksud pemberitahuan al-Quran. Tujuannya untuk menunjukkan ketinggian al-Quran.

        Secara teknikalnya Nuzul al-Quran bererti penurunan al-Quran dari langit kepada Nabi Allah yang terakhir. Perkataan Nuzul dalam pelbagai wajah sama ada kata nama, kata perbuatan atau lainnya digunakan dalam al-Quran sebanyak lebih kurang 290 kali. Sebagai contoh:

وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

Maksudnya: “Dia yang telah menurunkan hujan.”
(Surah al-Baqarah:22)

Wahyu, Waktu dan tempat kejadian

Sedangkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi:

1.     Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
2.     Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.     Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4.     Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5.     Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad Sallalahu Allaihi Wassalam sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbezaan pendapat di antara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebahagian lainnya pada bulan Rejab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib),21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' ).