Maksud Nuzul Al-Quran
Al-Quran
al-karim ialah kalamullah yang suci daripada sifat-sifat makhluk. Penurunan
al-quran bukan dari satu tempat ke satu tempat yang lain, tetapi digunakan
lafaz "penurunan" (nuzul) untuk menunjukkan ketinggian dan keagungan
Allah SWT. Penurunan al-quran bermaksud "pemberitahuan" atau
penyampaian wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan
lafaz-lafaz yang hakiki yang diturunkan kedalam hati Nabi Muhammad SAW.
Pengertian Nuzul Al-Quran
Daripada segi bahasa, perkataan ‘Nuzul’
bererti menetap di satu tempat atau turun dari tempat yang tinggi. Kata
perbuatannya ‘nazala’ (نزل)
membawa maksud ‘dia telah turun’ atau ‘dia menjadi tetamu’. Sebenarnya
penggunaan istilah Nuzul al-Quran ini secara majaz atau (simbolik) sahaja yang
bermaksud pemberitahuan al-Quran. Tujuannya untuk menunjukkan ketinggian
al-Quran.
Secara teknikalnya Nuzul al-Quran bererti penurunan
al-Quran dari langit kepada Nabi Allah yang terakhir. Perkataan Nuzul dalam
pelbagai wajah sama ada kata nama, kata perbuatan atau lainnya digunakan dalam
al-Quran sebanyak lebih kurang 290 kali. Sebagai contoh:
وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً
Maksudnya: “Dia
yang telah menurunkan hujan.”
(Surah al-Baqarah:22)
Wahyu, Waktu dan tempat
kejadian
Sedangkan wahyu pertama yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila
diterjemahkan menjadi:
1. Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
2. Dia
telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah,
dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang
mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia
mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya
Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad Sallalahu Allaihi Wassalam
sedang berada di Gua Hira, ketika
tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut.
Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat
perbezaan pendapat di antara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut
terjadi pada bulan Rabiul Awal pada
tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebahagian lainnya pada bulan Rejab pada
tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada
bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin
Azib),21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' ).
No comments:
Post a Comment